Box Office 22 Januari 2015

 


"BACK TO 1942 (2012)" - tayang perdana di BIG MOVIES PLATINUM
= GLOBAL TV - Kamis 22 Januari 2015 pukul 21.00 WIB

Genre : War / Epic Action
Tanggal Rilis Perdana : 29 November 2012 (China) dan 6 Desember 2012 (Hong Kong)
Studio : Emperor Motion Pictures, Media Asia Film Distributions. Ltd, Huayi Brothers Pictures
Produser : Albert Yeung (Emperor Motion Pictures), Han Sanping, Peter Lam
Penulis Naskah : Liu Zhenyun
Sutradara : Feng Xiaogang
Pemain : Zhang Guoli, Zhang Hanyu, Chen Daoming, Feng Yuanzheng, Fan Wei, Adrien Brody

Kisah ini berlatar tahun 1942 dimana Cina tengah bersiap menghadapi perang kedua kalinya dengan Jepang. Diawali dengan sebuah pidato kepemerintahan yang menjelaskan bahwa keadaan Cina sekarang lebih baik setelah didukung oleh Sekutu, karenanya masyarakat Cina tidak perlu khawatir terhadap perang yang akan terjadi. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, kekeringan dan kelaparan melanda sebuah provinsi bernama Henan yang juga merupakan garis awal serangan Jepang. Musibah ini ditambah lagi dengan kewajiban setiap distrik di daerah tersebut harus memberikan suplai makanan bagi para tentara yang sedang berperang.

Demi menghindari perang dan musibah kelaparan yang semakin parah, warga Henan berbaris melakukan perjalanan panjang untuk mengungsi. Terdapat di antara mereka seorang tuan tanah kaya raya bernama Mister Fan (Zhang Guoli) bersama istri, putri dan menantunya serta pelayannya yang bernama Shuanzhu. Mereka bekerja sama dengan keluarga salah satu pelayannya, yaitu Xialu (Feng Yuanzheng) yang mengungsi bersama istrinya Huazhi (Xu Fan), ibunya dan kedua anaknya. Kedua keluarga ini berjanji untuk saling menjaga satu sama lain.

Alasan sebenarnya keluarga Mister Fan mengungsi sebenarnya bukanlah karena kelaparan seperti keluarga yang lain, tetapi demi menghindari krisis karena ia tetap memiliki banyak persediaan makanan dan bahkan mampu meminjamkan keluarga Xialu bahan makanan ketika mereka hendak menjual putrinya demi beberapa liter beras. Tetapi ketenangan Mister Fan berbalik 180 derajat ketika tentara nasional mengalami kekalahan dan terpaksa mundur. Mereka ikut memenuhi jalan yang sudah penuh dengan pengungsi untuk menyelamatkan diri. Hal ini sangat merugikan para pengungsi, karena suatu daerah jika jumlah tentaranya mayoritas maka tentara Jepang wajib meledakannya dengan bom. Di tengah-tengah chaosnya jalanan karena serangan Jepang, para tentara justru malah menjarah seluruh isi kereta milik keluarga Fan dan menjadikannya lebih miskin dari Xialu.

Di lain pihak, Jendral Chiang Kai Sek (Chen Daoming) tidak percaya jika terdapat kelaparan di provinsi Henan, ia menolak untuk mengirimkan bala bantuan bagi para pengungsi hingga seorang reporter majalah Times asal Amerika bernama Theodore White (Adrien Brody) menunjukannya sebuah foto yang menggambarkan kanibalisme di wilayah pengungsian. Chiang Kai Sek pun akhirnya mengirim banyak persediaan makanan untuk para pengungsi di Henan. Sayangnya, seluruh bahan makanan ini justru dikorupsi oleh para pejabat Kuomintang di berbagai tingkat dan malah mewajibkan setiap pengungsi untuk menjual apapun yang mereka punya dengan bahan makanan, termasuk istri dan anak-anak gadis mereka.

Tidak ada yang perlu diragukan dari kualitas para aktor dan aktrisnya. Perpaduan para peraih penghargaan membuat penyampaian isi cerita menjadi berhasil 100%. Yang mengecewakan justru adalah sang sutradara. Kebiasaannya menggarap film kungfu sangat terlihat pada bagian awal cerita ketika terjadi peperangan antara preman dan warga yang membela keluarga Mister Fan. Dialog pada film ini juga terlalu padat sehingga nuansa kelam dan mencekam sedikit berkurang. Belum lagi terlalu cepatnya berganti scene membuat rasa keinginan untuk menangis merasakan kesedihan para pengungsi lenyap begitu saja seperti ketika Huanzi yang telah ditinggal mati suami dan mertuanya terpaksa menikahi Shuanzhu agar ia dapat menitipkan kedua anaknya sementara ia merelakan dirinya untuk dijual. Adegan ini sungguh sangat emosional tetapi penonton tidak diberikan jeda karena dengan seketika beralih ke adegan dimana Chiang Kai Sek pusing dengan masalah perang dan seperti mewajibkan para penonton juga ikut merasa pusing. Seandainya Feng memberi jeda sedikit saja dengan menampilkan adegan sunyi setelah adegan-adegan yang emosional, ia pasti berhasil menarik simpati bagi para korban perang di Cina, mengingat topik ini yang menjadi sorotan utama filmnya dimana Liu hendak mengingatkan bahwa ada 30 juta jiwa meninggal pada tragedi ini di Henan.


Optimuz -----





Comments

Popular posts from this blog

Box Office 22 Agustus 2015

Jadwal Film, Drama Series dan Sepakbola Rabu, 2 Juli 2025

Bocoran Sinopsis Takdir Itu Milik Aku (2024), Drama Malaysia Terbaru Tayang di Asian Series Platinum GTV Mulai 10 Februari 2025, Diadaptasi dari Karya Siti Rosmizah